Bangga Berbahasa Indonesia

img

Oleh: Yudita Nova Rosana, S.Pd, Penulis Adalah Tenaga Pendidik di MTsN 2 Kutai Kartanegara

 

AKU bangga berbahasa Indonesia. Makna bahasa secara harfiah adalah alat komunikasi yang menimbulkan lambang bunyi dan arti. Sedangkan menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), bahasa adalah sistem lambang bunyi yang digunakan oleh kelompok masyarakat untuk berinteraksi, bekerja sama, dan mengidentifikasi diri.

Bahasa memiliki peran yang sangat penting. Bahasa merupakan identitas suatu negara. Bahasa Indonesia semakin menjelaskan identitas kita di hadapan negara lain. Berbanggalah pada negara kita karena kita telah memiliki bahasa sendiri dan mampu menjadikan bahasa Indonesia memiliki nama di dunia.

Bangsa Indonesia terdiri atas berbagai macam suku. Bahasa Indonesia berfungsi sebagai pemersatu masyarakat Indonesia sendiri dan hal tersebut telah diakui sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan Indonesia tertuang dalam isi Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang menyebutkan bahwa putra putri Indonesia bangga berbahasa Indonesia.

Atas dasar beberapa pernyataan di atas, sudah sepantasnya jka kita bangga dan menjaga apa yang telah mejadi milik kita. Namun kenyataan memang tak dapat dipungkiri. Kendati telah diterapkan aturan kebakuan dalam berbahasa tapi tetap saja aturan itu tidak diterapkan dengan benar oleh masyarakat kita sendiri. Pengingkaran tersebut disebabkan oleh pengetahuan masyarakat yang kurang  atau memang sudah sifat dasar manusia yang terbiasa meninggalkan kondisi yang dianggap kurang mendkung gaya hidup mereka. Ibarat kata  ke langit tak sampai ke bumi tak nyata, masyarakat hanya mengenal bahasa hanya setengah-setengah, sehingga banyak kesalahpahaman yang terjadi. Gejala ini dirasakan semakin lama semakin nyata.

Ada beberapa kendala terhadap penggunaan bahasa Indonesia secara kaidah kebahasaan. Kendala yang pertama datang dari factor luar. Kecenderungan mengunggulkan identitas asing akhir-akhir ini telah menjadi kebiasaan masyarakat kita. Pemakaian tulisan asing sebagai lambang kekinian dan menganggap bahwa bahasa sendiri kampungan membuat luntur citra dan identitas bangsa.

Pengaruh kedua adalah dari dalam negeri sendiri. Penggunaan bahasa ibu yang terlalu melekat sehingga membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa kedua. Perlakuan ini tidak semestinya ada, mengingat proses kehidupan manusia bisa jadi bukan hanya dalam satu lingkup daerah. Perlakuan terhadap Bahasa Indonesia sangat penting mengingat bahasa tersebut berfungsi sebagai bahasa pemersatu.

Sikap bangsa Indonesia terhadap bahasa Indonesia cenderung ambivalen, yang artinya ada dua perilaku yang dikenai terhadap bahasa Indonesia. Sehingga menjadi dilemma. Artinya satu pihak menginginkan bahasa Indonesia menjadi bahasa populer dan dapat mengikuti perkembangan zaman serta mampu merekam ilmu pengetahuan dan teknologi global. Namun satu sisi beberapa pihak telah melunturkan identitas dan citra diri tersbut karena lebih condong mengapresiasi bahasa asing sebagai lambang modernisasi.

Pentingnya kesadaran diri kita terhadap penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar memiliki peran besar dalam pelestarian budaya dan warisan leluhur. Kita harus siap menjaga dengan sepenuh hati karena bahasa Indonesia adalah asset penting negara yang tak tergantikan dengan suatu apapun. Hendaklah jangan memandang apa pun yang kita miliki tidak lebih indah disbanding miliki orang lain. Sepanjang kita masih berada di wilayah Indonesia, merupakan suatu keniscayaan untuk tetap menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Sayangilah apa yang menjadi milikmu. Mulailah dari dirimu, budayamu, dan tanah airmu, karena segala proses berawal dari diri sendiri. Aku Bangga Berbahasa Indonesia.(*)